our product

our product
Articles
  • Optimalkan Tumbuh Kembang Si Kecil Sejak Dini

    Setiap orangtua pasti menginginkan buah hatinya mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang baik dan optimal. Anak menunjukkan ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan tahapan usianya. Ya, anak memiliki suatu ciri yang khas, yaitu selalu tumbuh dan berkembang bahkan sejak di dalam kandungan sampai berakhirnya masa remaja.

     

    Lalu, apa yang dimaksud tumbuh-kembang?


    Pertumbuhan adalah pertambahan ukuran-ukuran dan jumlah sel serta jaringan di dalam tubuh, terlihat pada bertambahnya ukuran fisik dan struktur atau bentuk dari tubuh anak. Parameter yang dinilai dalam pertumbuhan yaitu berat badan, panjang atau tinggi badan, dan lingkaran kepala.

     

    Adapun perkembangan adalah bertambahnya fungsi dari tubuh menjadi lebih kompleks terutama dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosial dan kemandirian. Dalam proses perkembangan ini sangatlah penting fungsi dari otak dan susunan saraf pusat, sehingga akan terjadi interaksi antara kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya.

     

    Pada masa anak terbagi dalam beberapa kurun waktu, yaitu: 

    1. Masa di dalam kandungan
    2. Masa bayi
    3. Masa usia prasekolah
    4. Masa usia sekolah
    5. Masa remaja

    Mengapa tumbuh-kembang menjadi salah satu faktor yang sangat penting untuk diperhatikan orangtua?

     

    Dalam kurun waktu yang panjang di atas, sebenarnya ada 2 periode waktu yang sangat krusial untuk tumbuh kembang seorang anak, yaitu masa di dalam kandungan terutama dalam proses pertumbuhan organ-organ tubuh anak dan 3 tahun pertama setelah anak dilahirkan. Hal ini berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan otak dan susunan saraf pusat yang akan mengatur perkembangan anak pada umumnya.

     

    Nah, untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal bagi anak, ada beberapa faktor yang memengaruhinya, yaitu:

    1. Ras/etnik atau bangsa.
    2. Faktor keluarga, terutama dari kedua orangtuanya.
    3. Faktor usia.
    4. Jenis kelamin.
    5. Faktor genetik. 

    Selain itu, ada juga faktor luar (eksternal) yang perlu diperhatikan, di antaranya:

    1. Faktor gizi penting diperhatikan.
    2. Pemberian kasih sayang akan memberikan rasa aman dan percaya diri pada anak.
    3. Pemenuhan akan pemberian stimulasi diberikan sejak dini
    4. Lingkungan.

    NUTRISI DAN STIMULASI

     

    Dalam pertumbuhan dan perkembangan otak dan susunan saraf pusat ada 2 faktor penting, yaitu NUTRISI dan pemberian STIMULASI. Karena itulah, peran ibu sangatlah penting dalam pemenuhan kedua faktor tersebut.

     

    Sebaiknya memang memerhatikan faktor nutrisi dimulai pada masa kehamilan. Ya, nutrisi ibu harus sangat diperhatikan. Pemenuhan zat gizi menurut kaidah gizi seimbang patut dijalankan. Dalam setiap kali makan, usahakan ibu hamil mendapat kecukupan akan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.
     Demikian setelah melahirkan, mulai usia bayi penuhi kebutuhan akan zat gizinya. Pada masa bayi, makanan utamanya adalah ASI, berikan hak anak untuk mendapatkan ASI eksklusif, yaitu hanya ASI sampai bayi berusia 6 bulan. Setelah itu tambahkan MPASI, makanan pendamping ASI yang diberikan sesuai dengan usia anak. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP ASI) harus diberikan secara bertahap sesuai dengan usia anak. Secara garis besar dibagi menjadi 2 tahapan, yaitu MP ASI untuk usia 6 bulan, dan MP ASI untuk usia 9 bulan ke atas. Keduanya berbeda dalam rasa dan teksturnya, sesuai dengan perkembangan dan kemampuan anak.

     

    Diharapkan pada usia 1 tahun anak sudah dapat mengonsumsi makanan keluarga. Untuk itu diperlukan contoh yang baik, contoh ini didapat dari keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Proses pemberian makan pada anak tidak sesederhana itu, salah satunya adalah proses pembelajaran. Baik bagi anak maupun orangtua yang memberikan makanan tersebut.
     Kemudian, pemenuhan akan pemberian stimulasi dapat diberikan sejak dini, yaitu sejak janin dalam kandungan sekitar usia kehamilan 6 bulan. Ibu hamil dapat memberikan stimulasi kepada janin di dalam kandungan melalui perabaan, dengan mendengarkan musik, lagu-lagu, mengajak bicara, juga dengan stimulasi cahaya. Biasanya respon bayi berupa gerakan janin. Setelah lahir, stimulasi pertama adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD), pemberian ASI eksklusif, dan stimulasi lainnya untuk merangsang perkembangan anak.
     Rangsangan atau stimulasi diberikan melalui panca indera anak, melalui penglihatan, pendengaran, penciuman, dan perabaan. STIMULASI dilakukan untuk merangsang seluruh aspek perkembangan anak, baik perkembangan motor kasar, motor halus, bahasa-bicara, sosial emosi, dan kemandirian. STIMULASI diberikan secara komprehensif, setiap saat interaksi dengan anak. Waktu yang diperlukan tidak terbatas, ada kaidah pemberian stimulasi setiap hari selama 30 menit, dengan fokus pada keinginan anak, orangtua atau pengasuh hanya mengikuti dan memberi arahan dalam upaya pencapaian perkembangan tersebut.

     

    ASIH, ASAH DAN ASUH

     

    Pada intinya, untuk mencapai tumbuh kembang optimal, bayi membutuhkan tiga hal, yaitu asuh (nutrisi & lingkungan), asih (kasih sayang), dan asah (stimulasi).


    Kebutuhan ASUH adalah kebutuhan akan nutrisi, perawatan kesehatan, beraktivitas, istirahat, pemberian imunisasi dasar lengkap, perumahan, pakaian, dan perawatan kesehatan dasar.


    Kebutuhan ASIH yaitu pemberian kasih sayang. Pemberian kasih sayang (asih) ini akan memberikan rasa aman dan percaya diri pada anak. Basic trust  atau konsep dasar percaya diri pada anak perlu dibentuk sejak dini, terutama pada satu tahun pertama kehidupan anak. Intinya adalah pemenuhan segera apa yang dibutuhkan oleh anak saat itu.


    Lalu, pemberian stimulasi/rangsangan (ASAH) juga perlu diberikan sejak dini, bahkan sejak kehamilan usia 6 bulan. Selanjutnya stimulasi diberikan sesuai dengan tahapan usia si kecil.


    Nah, ketiga kebutuhan dasar ini terutama harus diberikan oleh orangtua dan orang-orang di sekitarnya. Tentunya pemenuhan ini akan berbeda jenis dan proporsinya sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak.


    PENTINGNYA MEMANTAU TUMBUH KEMBANG


    Untuk mengetahui apakah tumbuh kembang seorang anak normal atau tidak, diperlukan pemantauan yang berkala. Untuk bayi sampai usia 1 tahun diharapkan pemantauan dilakukan satu bulan sekali, untuk anak prasekolah setiap 3 bulan, anak sekolah dan remaja setiap 6 bulan sekali. Pemantauan meliputi aspek pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk pemantauan pertumbuhan gunakan pengukuran berat badan, panjang/tinggi badan, dan lingkar kepala. Untuk perkembangan anak dapat menggunakan perangkat skrining perkembangan yang diperuntukan bagi orangtua.


    Pertanyaannya, siapa yang berperan dalam pemantauan ini? Sudah pasti yang utama adalah orangtua, dalam hal ini lingkungan terkecil/mikro adalah ibu atau pengganti ibu. Ibu mempunyai peran utama dalam memantau tumbuh kembang anaknya. Selain itu, peran petugas kesehatan menjadi tempat rujukan ibu untuk menanyakan setiap perihal masalah tumbuh kembang anak.


    Hal ini menjadi penting karena periode kritis atau utama dalam masa stumbuh kembang seorang anak sangatlah singkat, yaitu sampai usia 3 tahun, sehingga diharapkan setiap orangtua dapat menggunakan waktu ini dengan sebaik mungkin. Waktu tidak akan pernah kembali, sehingga orangtua harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan deteksi dini adanya masalah atau penyimpangan tumbuh kembang.


     

    Sumber: Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A (K).